Jumat, 07 Februari 2014

KAMPANYE YANG MENGINSPIRASI

MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  iklan adalah beritapesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik kepada barangdan jasa yg ditawarkan. Disamping itu, iklan juga merupakan pemberitahuan kepadakhalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (seperti surat kabar dan majalah) atau di tempat-tempat umum.  Mirip dengan uraian di atas, KBBI menjelaskan bahwa dakwah adalah penyiaran maupun propaganda. Dari dua definisi tersebut maka antara iklan dan dakwah berhubungan sangat erat. Bahkan, Alquran menggunakan kata iklan dan dakwah sekaligus (QS Nuh : 5-9).

        Akhir-akhir ini, menjelang digelarnya pemilu legislatif maupun  presiden, iklan kampanye semakin marak dimana-mana.  Semuanya bertujuan sama, agar kelak dalam pemilu rakyat mau memilih diri ataupun partainya. Para politikus dan tim suksesnya berupaya  menebar citra agar image tokoh maupun partainya terlihat baik di mata publik.  Berbagai janji di umbar, isu-isu di kemas sedemikian rupa sehingga muncul kesan bahwa dia dan partainyalah yang terbaik.
                Iklan ataupun dakwah bagaikan pisau bermata dua.  Disatu pihak, dapat memperbaiki masyarakat, tetapi di pihak lain justru dapat menjerumuskannya. Oleh karena itulah dakwah (iklan) menurut Alquran mempunyai dua bentuk. Yang pertama dakwah yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar makruf nahi mungkar) (QS. Ali-‘Imran :104).  Dan yang kedua, dakwah (iklan) yang justru menyeru kepada kejahatan dan mencegah kebaikan (Amar mungkar nahi makruf) (QS. At-Taubah: 67).
                Dua kekuatan iklan (dakwah) itu saling tarik menarik. Ibaratnya,  di satu pihak menenun kain sarung, sementara pihak yang lain justru menguraikannya. Akibatnya, kain sarung tak pernah berhasil dibuat. Bahkan para pegiatnya hanya memperoleh kelelahan.
                Dalam iklan (dakwah) kampanye yang mulai marak ini, sering terjadi kemubaziran  berupa tulisan, gambar,baliho, spanduk maupun kaos-kaos yang melimpah. Tulisan  dan gambar yang sangat banyak  itu menjadi tanpa makna bila pemilu telah usai. Apalagi untuk calon-calon  yang tak terpilih. Untuk itu, ada sedikit tips agar kalah atau menang, gambar dan tulisan itu tetap berguna. Caranya, pasanglah gambar ataupun tulisan yang menginspirasi  guna membangkitkan semangat kebaikan dan kebenaran . Dan bila itu dilakukan, insya Allah, iklan (dakwah) tersebut tidak akan sia-sia walaupun dalam pemilu kalah sekalipun.
              Semoga dengan cara kampanye yang seperti itu, maka iklan itu bernilai amar makruf nahi mungkar. Dan mudah-mudahan mendapat pahala dari Allah SWT.
        Akhir-akhir ini, menjelang digelarnya pemilu legislatif maupun  presiden, iklan kampanye semakin marak dimana-mana.  Semuanya bertujuan sama, agar kelak dalam pemilu rakyat mau memilih diri ataupun partainya. Para politikus dan tim suksesnya berupaya  menebar citra agar image tokoh maupun partainya terlihat baik di mata publik.  Berbagai janji di umbar, isu-isu di kemas sedemikian rupa sehingga muncul kesan bahwa dia dan partainyalah yang terbaik.
                Iklan ataupun dakwah bagaikan pisau bermata dua.  Disatu pihak, dapat memperbaiki masyarakat, tetapi di pihak lain justru dapat menjerumuskannya. Oleh karena itulah dakwah (iklan) menurut Alquran mempunyai dua bentuk. Yang pertama dakwah yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar makruf nahi mungkar) (QS. Ali-‘Imran :104).  Dan yang kedua, dakwah (iklan) yang justru menyeru kepada kejahatan dan mencegah kebaikan (Amar mungkar nahi makruf) (QS. At-Taubah: 67).
                Dua kekuatan iklan (dakwah) itu saling tarik menarik. Ibaratnya,  di satu pihak menenun kain sarung, sementara pihak yang lain justru menguraikannya. Akibatnya, kain sarung tak pernah berhasil dibuat. Bahkan para pegiatnya hanya memperoleh kelelahan.
                Dalam iklan (dakwah) kampanye yang mulai marak ini, sering terjadi kemubaziran  berupa tulisan, gambar,baliho, spanduk maupun kaos-kaos yang melimpah. Tulisan  dan gambar yang sangat banyak  itu menjadi tanpa makna bila pemilu telah usai. Apalagi untuk calon-calon  yang tak terpilih. Untuk itu, ada sedikit tips agar kalah atau menang, gambar dan tulisan itu tetap berguna. Caranya, pasanglah gambar ataupun tulisan yang menginspirasi  guna membangkitkan semangat kebaikan dan kebenaran . Dan bila itu dilakukan, insya Allah, iklan (dakwah) tersebut tidak akan sia-sia walaupun dalam pemilu kalah sekalipun.
              Semoga dengan cara kampanye yang seperti itu, maka iklan itu bernilai amar makruf nahi mungkar. Dan mudah-mudahan mendapat pahala dari Allah SWT.

Tidak ada komentar: